Rabu, 23 Juni 2010

nifas

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Seperti yang diketahui angka kematian ibu di Indonesia menurun sangat lambat(307/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2003 menjadi 248/100.000 kelahiran hidup SDKI 2007) dan masih menjadi angka tertinggi diantara Negara ASEAN lainnya.
Di Kalimantan selatan angka kematian ibu menurun dari 373/100.000 kelahiran hidup pada tahun 1995 menjadi 307/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002.Pada tahun 2007 estimasi di perkirakan menjadi 115/100.000 kelahiran hidup.
Angka kematian ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu- ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan,social ekonomi,keadaan kesehatan yang kurang baik menjelang persalinan. Kejadian berbagai komplikasi pada masa kehamilan dan persalinan serta kurang tersedianya pasilitas pelayanan kesehatan yang memadai
Untuk mengatisifasi masalah maka diperlukan trobosan – robosan dengan mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran bidan.harapan kita agar bidan di desa benar – benar sebagai ujung tombak daalm upaya penurunan AKI.Selain itu melalui pengembangan desa siaga dengan pembangunan poskesdes yang merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menurunkan AKI
Salah satu factor kematian ibu adalah perdarahan masa nifas yang bias disebab kan karena kurangnya pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan program pemerintah yang tidak berjalan.
Masa nifas adalah masa setelah plasenta lahir sampai dengan 6 minggu post partum dan terdiri dari 3 tahapan yaitu perperium dinkan i, inntermedial, dan remote perperium. Dalam masa nifas ini, tenaga kesehatan khususnya bidan mempunyai peran dan tanggungjawab penting dalam melakukan managemen asuhan dan memberikan asuhan

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan apa yang dikemukakan dalam laterbelakang maka penulis menarik suatu rumusan masalah sebagai berikut:
1. apa yang dimaksud dengan masa nifas
2. Apa saja tahapan masa nifas
3. Apa saja yang menjadi kebutuhan dasar masa nifas
4. Bagai mana cara memberikan asuhan kebidanan pada masa nifas

C. Tujuan

1. Tujuan umum
Kami mengangkat makalah tentang asuhan kebidanan pada masa nifas adalah untuk menambah pengetahuan mengenai pelayanan atau asuhan yang diberikan pada masa nifas
2. Tujuan khusus
a. Mengetahui pengertian masa nifas
b. Mengetahui apa saja tahapan masa nifas
c. Mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan dasar masa nifas
d. Mengetaui bagaimana cara memberikana asuhan kebidanan pada masa nifas.

D. Manfaat
1. Bagi mahasiswa
Penulisan makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan pada masa nifas



2. Bagi pembaca
Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca sehingga dapat mengetahui pengertian masa nifas, tahapan masa nifas, kebutuhan masa nifas dan bagai mana cara memberikan asuhan masa nifas



BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Masa Nifas

Masa Nifas (puerperium) dimulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu.Wanita yang melalui periode puerperium di sebut puerpura
Puerperium (Nifas) berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal.
Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil. Lama masa nifas ini 6-8 minggu.
Batasan waktu nifas yang paling singkat (minimum) tidak ada batas waktunya, bahkan bias jadi dalam waktu yang relatif pendek darah sudah keluar, sedangkan batasan maksimumnya adalah 40 hari.
Jadi Masa Nipas (puerperium ) adalah masa setelah keluarnya plecenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari.

B. Tujuan Asuhan Masa NIfas

Asuhan nifas diperlukan pada periode ini karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya. Diperkirakan 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama.
1. Tujuan Umum :
Membantu ibu dan pasangannya selama masa transisi awal mengasuh anak.
2. Tujuan Khusus :
a. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik.
b. Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
c. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
d. Memberikan pelayanan keluarga berencana.

C. Tahapan Masa Nifas

Nifas dibagi dalam 3 periode yaitu
1. Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan
berjalan-jalan.
2. Puerperium intermedial yaitu keputihan menyeluruh alat-alat genetalia lamanya 6-8
minggu.
3. Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna
terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu
untuk sehat sempurna bias berminggu-minggu, bulanan atau tahunan.

D. Kebutuhan Dasar Masa Nifas

Nutrisi dan cairan, ambulasi atau mobilisasi, eliminasi (BAB dan BAK), kebersihan diri dan perineum, istirahat, seksual, latihan senam nifas
E. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas

Dalam kebijakan program nasional masa nifas adalah melakukan kunjungan masa nifas paling sedikit 4 kali kunjungan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah , mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang terjadi.
Waktu kunjungan :
Kunjungan 1 : 6 – 8 PP
Kunjungan 2 : 6 hari PP
Kunjungan 3 : 2 minggu PP
Kunjungan 4 : 6 minggu PP

F. Peran Dan Tanggung Jawab Bidan Pada Masa Nifas

1. Mendeteksi konplikasi dan perlunya rujukan.
2. Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta mempraktekkan kebersihan yang aman.
3. Memfasilitasi hubungan ikatan batin antara ibu dan bayi.
4. Memulai dan mendorong pemberian ASI. Melakukan manajemen asuhan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosa dan rencana tindakan serta melaksanakannya.
5. untuk mempercepat proses pemulihan.
6. mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama priode nifas.

BAB II
TINJAUAN KASUS


ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS HARI KE 16
DI KLINIK AKBID SARI MULIA


Tempat Pengkajian : KLINIK AKBID SARI MULIA
Hari/Tanggal pengkajian : 4 Januari 2010

A. Data subjektif

1. Identitas

Istri
Nama : Ny.A
Umur : 25 tahun
Agama : Islam
Suku/Bangsa :Banjar/Indonesia
Pendidikan :SMA
Pekerjaan :IRT
Alamat :Jl.Samudra No.25

Suami
Nama : Tn.H
Umur : 26 tahun
Agama : islam
Suku/Bangsa : Banjar/Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Jl.Samudra No.25

2. Keluhan Utama
ibu mengatakan keluar cairan seperti keputihan.

3. Riwayat perkawinan
Kawin 1 kali, kawin pertama kali umur 23 tahun, dengan suami sekarang sudah 2 tahun.

4.Riwayat obstetri P1 A0

5. Riwayat perkawinan sekarang
a. umur kehamilan saat melahirkan :Aterm(40 minggu)
b. Tanggal / jam melahirkan :Senin,4 januari 2010
c. Tempat melahirkan / penolong :klink/bidan
d. Lama proses persalinan
- Kala 1 :12 jam
- Kala II :10 jam
- Kala III :30 menit
- Kala IV : 2 jam


e. Jenis persalinan : spontan, belakang kepala
f. Penyulit saat persalinan : tidak ada
g. Tindakan saat persalinan

- Pelebaran jalan lahir : tidak
- Penjahitan luka jalan lahir : tidak
- Keadaan bayi yang dilahirkan : segera menangis dengan BB=2800gr,PB=50cm dan jenis kelamin perempuan

6. Riwayat keluarga berencan
a. Jenis : suntik 3 bulan
b. Lama : 2 tahun
c. Masalah : tidak ada

7. Riwayat kesehatan
a. Riwayat kesehan ibu : ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit keturunan dan menular seperti asma, DM, TBC,hepatitis B, dll
b. Riwayat kesehan keluarga : ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit keturunan dan menular seperti hepatitis.DM,TBC,hipertensi.

8. pola kebutuhan sehari hari
a. Nutrisi
Jenis yang dikonsumsi : Nasi,sayur, lauk pauk
Frekuensi : 3 x sehari
Porsi makan : 1 piring
Pantangan : Tidak ada

b. Eliminasi
BAB
Frekuensi : 1 x sehari
Konsistensi : Lembek
Warna : Kuning kecoklatan
Masalah : Tidak ada
BAK
Frekuensi : 3-4 x sehari
Bau : Pesing
Warna : Kuning jernih
Masalah : Tidak ada

c. Personal hygine
Frekuensi mandi : 2 x sehari
Frekuensi gosok gigi : 2 x sehari
Frekuensi ganti pakaian / jenis : 2 x sehari/katun

d. Aktifitas
Ibu melakukan aktifitas seperti merawat bayi dan menyusui

e. Tidur dan istirahat
Siang hari : 1-2 jam
Malam hari : 5-6 jam
Masalah : tidak ada

f. Pola seksual : Tidak ditanyakan

g. Pemberian ASI
Kapan mulai pemberian ASI : Segera setelah melahirkan
Frekuensi menyusui : Sesering mungkin
Masalah : Tidak ada

9. Data psikososial dan spiritual
a. Tanggapan ibu terhadap kelahiran bayinya : Baik
b. Tanggapan ibu terhadap fisiknya : Biasa saja
c. Tanggapan ibu terhadap peristiwa
yang dialaminya : Hal yang mudah untuk
dilewati
d. Pengetahuan ibu tentang perawatan bayi : Orang tua, bidan
e. Hubungan social ibu dengan mertua,
orang tua, dan keluarga : Baik
f. Pengambilan keputusan dalam keluarga : Suami
g. Orang yang membantu ibu merawat bayi : Suami dan orang tua
h. Adat/ kebiasaan/ kepercayaan ibu yang
berkaitan dengan kelahiran dan
perawtan bayi : Tasmiyah dan Aqiqah
B. Objective Data

1. Pemeriksaan umum
a, Kesadaran : Compos mentis
b. Berat badan : 50 kg
c. Tanda vital : TD = 110/70mmHg, R = 2x/menit,
N =70 x/menit ,T = 370C

2. Pemeriksaan khusus

a. Inspeksi
Kepala : Bersih, rambut tidak tampak rontok, warna rambut hitam, pertumbuhan rambut merata.
Muka : Bersih, tidak tampak pucat. dan oedem
Mata : Konjungtiva tidaktampak anemis sclera tidak ikterik, dan pengeluaran cairan.
Telinga : Simetris, tidak tampak pengeluaran serumen, dan cairan.
Hidung : Bersih, tidak tampak polip, pergerakan cuping dan peluaran cairan
Mulut : Bibir tidak tampak pucat dan sariawan, tidak tampak pembengkakan gusi, lidah bersih, gigi tidak karies dan berlubang.
Leher : Tidak tampak pembesaran vena jugularis, dan kelenjar tiroid
Dada : Simetris saat inspirasi dan ekspirasi
Mamae : Simetris, putting menonjol ,tampak hiperpigmentasi areola,
Abdomen : Tidak tampak jaringan parut, terdapat striae livida ,dan linea alba
Tungkai : Tidak tampak oedem dan varises, tidak tampak kemerahan pada kaki
Genetalia : Pengeluaran lokia normal,berwarna putih,tidak tampak tanda-tanda infeksi,tidak tampak varises dan hematom dan tida tampak hemoroid pada anus

b. Palpasi

Leher : Tidak ada pembengkakan vena jugularis dan kelenjar tyroid
Mamae : Teraba keras,nyeri tekan,dan terdapat pengeluaran asi
Abdomen : Uterus sudah tidak teraba,kembali normal dan kandung kemih kosong
Tungkai : Tidak terdapat oedem dan nyeri tekan

3. Pemeriksaan penunjang
HB : Tidak dilakukan
Albumin : Tidak dilakukan
Reduksi : Tidakk dilakukan

C. ASSESMENT

1. Diagnosa kebidaan : P1 A0 Post partum hari ke-16
2. Masalah : Tidak ada
3. Kebutuhan : Konseling




D. PLANNING

1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan,yaitu TD =110/70mmHg, T=370C,N=70x/menit,R=20x/menit
“Ibu mengetahui hasil pemeriksaan”
2. Memberikan kepada ibu pil zat besi untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca persalinan dan memberikan kapsul vitamin A 200.000 unit agar dapat memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI.
“ibu berjanji akan minum obat yang telah diberikan oleh bidan”
3. Menyarankan kepada ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, memberikan ASI, dan membersihkan daerah areolah sebelum menyusui.
“ibu bersedia mengikuti saran dari bidan”
4. Mengajarkan ibu cara membersihkan daerah di sekitar vulva, yaitu dari depan ke belakang, lalu membersihkan daerah sekitar anus. Dan menganjurkan ibu ntuk membrsihkannya setiap kali selesai buang air kecil atau besar.
“ibu mengerti bagai mana cara perawatan vulva”
5. Mengajarkan cara perawatan bayi, seperti memandikan bayi sekali sehari bila masih kecil dan dua kali sehari bila bayi sudah bertambah besar. tetap menjaga Kebersihan pakaian dengan berganti dengan pakaian bersih setiap dimandikan, Kebersihan kulit bayi terutama didaerah pantat dan kelamin bayi yang sering sekali basah, Kebersihan tempat tidur, Kebersihan alat yang dipakai bayi misalnya bak, mangkok-mangkok alat- alat untuk memberi minum bayi. Menjaga agar anak jangan sampai kedinginan atau kena angin. Tetap memberikan bayi ASI sebagai minuman yang tepat.
“ibu mengerti tentang perawatan bayi”
6. menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang cukup dan yang mengandung gizi seimbang, terutama makanan yang banyak mengandung serat seperti buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu, sehingga ASInya dapat berjalan lancar dan memperlancar BAB ibu. menganjurkan ibu agar istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan. Ibu dapat tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur. Dan menganjurkan ibu untuk olahraga selama 15 menit dengan berjalan kaki setiap hari, sehinnga membuat ibu merasa lebih baik.
“ibu berjanji makan makanan yang bergizi”
7. menjelaskan pengertian postpartum blues, yaitu suatu gangguan psikologi sementara yang ditandai dengan memuncaknya emosi. dan cara menghindarinya, salah satunyadengan mencegah pengambilan keputusan yang berat , dan memberikan dukungan yang menunjukkan rasa simpati, mengakui, dan menghargai ibu.
“ ibu mengerti postpartum blues”
8. Menyaranan ibu untuk teratur mengganti pembalut, minimal dua kali sehari.
“ibu mengerti cara mengganti pembalut”
9. Memberitahu tanda-tanda infeksi nifas seperti perdarahan yang banyak, pengeluaran lokhia yang berbau, demam hebat, serta kejang. Memberitahu tanda-tanda bahaya, seperti panas tinggi, nyeri pada pinggang, muntah-muntah, payudara membengkak manjadi keras dan tegang. Apabila terjadi hal tersebut di atas, ibu bisa langsung memberitahu dan mengkonsultasikannya kepada petugas kesehatan terdekat.
”ibu mengerti tentang tanda – tanda infeksi”
10. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin tanpa dijadwalkan, karena dengan seringnya menyusui akan memacu hormon prolaktin yang akan memperlancar produksi ASI.
“ibu berjanji akan menyusui bayinya sesering mungkin”
11. menganjurkan ibu untuk tetap menjaga kebersihan tubuh, pakaian, tempat tidur, dan lingkungan.
“ibu berjanji akan tetap menjaga kebersihannya”
12. menjelasakan kepada ibu tentang manfaat KB, yaitu agar ibu dapat merencanakan kehamilan berikutnya.
“ibu mengerti tentang manfaat KB”



BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan

Konsep dasar nifas adalah masa setelah placenta lahir sampai kembalinya alat-alat
reproduksi seperti sebelum hamil,yang berlangsung kira 6 minggu atau 40 hari.yang terdiri dari 3 tahapan yaitu puerperium dini, puerperium intermedial dan remote puerperium.dalam kebijakan program nasional masa nifas adalah melakukan kunjungan masa nifas paling sedikit 4 kali kunjungan

B. Saran
Peran serta masyarakat dan pemerintah dalam penurunan AKI (pada masa nifas) sebab upaya ini tidak hanya bisa dilakukan oleh salah satu pihak. Akan tetapi hal ini
memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
Kita sebagai tenaga kesehatan juga harus ikut berperan aktif dalam pelaksanaan progam tersebut salah satunya adalh dengan cara memberikan pelayanan yang terbaik dan tepat serta sesuai dengan kebutuhan pasien agar derajat kesehan dimasyarakat bisa tercapai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar