Tampilkan postingan dengan label gizi ibu hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gizi ibu hamil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 April 2010

ASAM FOLAT

Asam Folat harus disiapkan sejak sebelum kehamilan. Asam folat perlu diberikan mulai empat bulan sebelum kehamilan

bagi wanita hamil, kebutuhannya semakin tinggi lagi mengonsumsi asam folat minimal 1-4 miligram per hari atau 10 kali dosis normal. ibu hamil membutuhkan sekitar 600 sama dengan 3 gelas susu. mikrogram asam Folat per hari atau 50 persen lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak hamil. Namun 80 persen asam Folat hilang selama proses pemasakan

Folat tergolong vitamin B yang larut dalam air dan cepat rusak bila terpapar panas. Jadi, untuk mengonsumsinya, dianjurkan tak memasak lebih lama atau menyeduhnya dengan air panas. Ketika mengonsumsi asam folat sebaiknya disertai dengan asupan vitamin C, B12, atau B6 untuk mengoptimalkan penyerapannya dalam tubuh

Kelebihan asam folat tidak menimbulkan efek samping karena zat ini larut dalam air

Kekurangan Asam Folat pada ibu hamil :
1. Kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan pada otak dan sumsum tulang belakang.
2. Bayi lahir dengan bibir sumbing,
3. Bayi lahir dengan berat badan rendah,
4. Down’s syndrome,
5. Keguguran.
6. Bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil,
7. Anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi. Pada anak perempuan,
8. Saat dewasa tidak mengalami menstruasi.
9. Ibu hamil anemia, sehingga ibu mudah lelah, letih, lesu dan pucat.

Fungsi asam folat :
1. Membantu pembelahan sel.
2. Asal folat juga bisa mencegah anemia
3. Menurunkan resiko terjadinya ntd (neural tube effects) dan sebagai antidepresan.
4. Mencegah terjadinya cacat bawaan seperti cacat tabung syaraf (neural tube defects), spina bifida, anenchepaly.
5. Membuat sperma tetap subur dan normal.

Asam Folat harus disiapkan sejak sebelum kehamilan. Asam folat perlu diberikan mulai empat bulan sebelum kehamilan

Sumber makanan yang mengandung Asam Folat :
1. Hati Sapi (liver),
2. brokoli,
3. jeruk,
4. bayam,
5. Roti dan Susu
6. Buah-buahan berwarna jingga dan merah
7. Daun-daunan hijau
8. Kacang-kacangan
9. Serealia
10. telur,
11. padi-padian,
12. buncis

Hanya saja, hati sapi mengandung vitamin A cukup tinggi yang tidak dianjurkan diberikan kepada ibu hamil.

Selasa, 13 April 2010

DIET PADA IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS

A. Syarat diet
1. Hidrat arang tinggi, rendah lemak
2. Cukup cairan
3. Makanan diberikan dalam bentuk kering, disesuaikan dengan keadaan penderita
4. Makanan muah cerna, tidak merangsang, diberikan dalam porsi kecil, tapi serin
5. Menurut keadaan penderita, secara berangsur diberikan makanan yang memenuhi syarat gizi

B. Macam diet

1. Diet hiperemesis I
Untuk penderita hiperemesis berat
Roti kering, & buah-buahan
Cairan tidak diberikan bersama makanan, 1-2 jam sesudahnya

2. Diet hiperemesis II
Bila rasa mual & muntah sudah berkurang
Minuman tidak diberikan bersama makanan

3. Diet hiperemesis II
Untuk penderita hiperemesis ringan
Menurut kesanggupan penderita, minuman boleh diberikan bersama makanan

DIET PADA IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMPSIA

Preeklampsi : suatu penyakit dengan ciri-ciri proteinuria (protein dalam urin), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan oedema (bengkak)

A. Syarat diet
1. Cukup kalori & semua zat gizi
2. Rendah garam
3. Protein tinggi (1-1,5 gr/kg BB)
4. Bentuk makanan disesuaikan
5. Cairan kurang lebih 2500 ml

B. Macam diet

1. Diet preeklampsia I
Untuk penderita preeklampsia berat
Makanan terdiri dari susu & buah-buahan
Cairan paling sedikit 1500 ml
Kalau kurang diberikan parenteral

2. Diet preeklampsia II
Untuk penderita preeklampsia sedang
Bentuk makanan lnak & rendah garam

3. Diet peeklampsia III
Untuk penderita preeklampsia ringan
Bentuk makanan lunak/biasa

DIET PADA IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN KURANG DAN BERLEBIHAN

DIET PADA IBU HAMIL dg BERAT BADAN KURANG

A. Penyebab
1. Kurang nafsu makan karena mual, muntah, penekanan lambung dan merokok
2. Kurangnya pengetahuan
3. Takut gemuk
4. Anggaran untuk makan kurang
B. Tujuan diet
1. Menaikkan berat badan
2. Meningkatkan kebiasaan makan yang baik untuk kesehatan selama kehamilan
C. anjuran dietnya
1. pola makan dengan prinsip gizi seimbang
2. diet yang diberikan sesuai dengan keadaan ibu hamil
3. jika makanan tidak cukup untuk ibu hamil juga tidak cukup untuk janin karena selama hamil kebutuhan gizi meningkat

DIET PADA IBU HAMIL dg BERAT BADAN BERLEBIHAN
1. gnakan susu skim
2. hindari makan digoreng, perbanyak makan direbus, dibakar, dan dikukus
3. hindari makan kalori kosong ( seperti, gula dll)
4. cukup makan sumber vitamin & mineral
5. bila ada oedema(bengkak), hindari/batasi penggunaan garam

DIET IBU HAMIL DENGAN KONSTIPASI

Konstipasi : pergerakan feces (kotoran) yang lambat dalam kolon sehingga feces tertahan dalam kolon melebihi waktu atau sukar melakukan defekasi (BAB)

Penyebabnya :
1. Tidak dialami oleh semua ibu hamil
2. Kemungkinan hormon2 plasenta mempengaruhi otot saluran cerna
3. Adanya tekanan di usus bagian bawah karena terjadi pembesaran uterus (rahim)
4. Waktu makan tidak teratur
5. Kurang bergerak
6. Makanan kurang memenuhi kebutuhan
7. Kecemasan
8. Makanan kurang serat
9. Kurang cairan, kurang vitamin B komplek

B. Dietnya
1. Minum lebih banyak
2. Makan tinggi serat
3. Banyak bergerak
4. Hindari penggunaan perangsang defekasi

DIET PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA

Ibu mempunyai cadangan FE tidak mencukupi untuk masa hamil karena bertambahnya volume darah & adanya kebutuhan janin.

FE berfungsi untuk mencegah anemia

Efek samping : - BAB warna hitam atau abu-abu.
- Terjadi mual, konstipasi, atau diare.

A. Dietnya
1. makan bahan makanan sumber FE : hati, daging, kuning telur, udang, serealia, kacang-kacangan & sayuran hijau
2. Bila sumber FE dari tumbuhan, diiringi dengan mengkonsumsi vitamin C
3. Penggunaan tablet besi sesuai dengan anjuran dokter atau bidan
4. FE diinum kurang lebih 2 jam sebelum atau sesudah makan dengan cukup cairan atau jus jeruk
5. Hindari minum FE dengan susu atau the

DIET IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELLITUS

A. Kemungkinan wanita menderita DM lebih besar jika :
1. Sudah lansia & melahirkan beberapa kali
2. Kegemukan, ada glukosaria
3. Sering abortus
4. Pernah melahirkan anak besar
5. Meninggal tanpa diketahui penyebabnya

B. Prinsip diet
1. Memperbaiki keadaan umum
2. Memperhankan BB normal
3. Mempertahankan kadar glukosa darah sekitar normal
4. Memberi modifikasi diet sesuai kondisi penderita
5. Makanan disajikan menarik

C. Pengaruh DM
1. Selama hamil : abortus & prematur, preeklampsi, kesakitan janin karena hipoglikemi, kelainan letak janin
2. Dalam persalinan : distosia bahu, bayi besar, kelahiran mati, mudah terjadi infeksi, melahirkan dengan tindakan berlebihan

D. Prinsip diet DM
1. Tepat jumlah kalori yang diberikan
2. Tepat jadwal/waktu makan
3. Tepat jenis makanan
4. Jenis makanan yang dihindari : gula, sirop, cace, dodol, dll (semua yang mengandung gula)
5. Jenis bahan yang dibatasi : bahan makanan sumber karbohidrat.
6. Kenaikan BB selama kehamilan : 10-11 kg
7. Bila gemuk, tapi taksiran berat janin terlalu kecil untuk umur kehamilan maka kalori ditambah
8. Bila taksiran berat janin terlalu besar, meskipun ibunya kurus maka kalori dikurangi.