Minggu, 31 Januari 2010

6 yang paling di dunia

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. laluImam Al Ghozali mengajukan 6 pertanyaan.

1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?


Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar, tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI”. Sebab itu sudah janji ALLAH SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)


2. Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?


Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan , matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi, yang paling benar adalah “MASA LALU”. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari-hari ini dan hati-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.


3. Apa yang paling besar di dunia ini?


Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang palin besar dari yang ada di dunia ini adalah “NAFSU” (Al A’raf 179). Maka kita hgarus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.


4. Apa yang paling berat di dunia ini?


Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH” (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, malaikat semua tidak mampu ketika ALLAH meminta mereka menjadi kafilah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi, manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan ALLHA SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.


5. Apa yang paling ringan di dunia ini?


Ada yang menjawab debu, kapas, angin, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dnia ini adalah “MENINGGALKAN SHALAT”. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita tinggalkan shalat.

6. Apakah yang paling tajam di dunia ini?


Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang…. Benar kata Imam Ghajali. Tapi myang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA” karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Jumat, 15 Januari 2010

Opera Hati

Aku memandangi sebidang tanah yang senyap. Tampak dari mata, tempat itu begitu tenang. Dengan pohon bunga kenanga di samping stiap gundukan yang ada. Pembaringan yang senantiasa ditemani semilir lembutnya angin. Hatiku gundah, terus atau berbalik…. Rasanya aku tak sanggup. Tapi, aku begitu ingin menemuinya. Walaupun hanya sekedar untuk menyapa. Andai kesempatan itu menghampiriku.

Akhirnya…..terasa ringan kakiku melangkah. Dengan mata berat yang berusaha menahan butir-butir beningnya, aku memberanikan diri mendekatinya.

Aku melangakah, menjajaki rumput-rumput pendek yang terwat. Berkali-kali kucoba menenangkan diri. Perlahan kutarik nafas dalam-dalam, lalu kuhembuskan semantapnya. Aku akan menemuinya, meski hanya begitu semu.

Langkahku terhenti di sebuah gundukan. Gundukan tanah merah yang sudah ditumbuhi rerumputa. Gundukan ini bergitu berbeda dengan gundukan lainnya. Di samping gundukan ini___tumbuh sebatang bunga mawar. Mawar merah yang begitu indah. Tampak masih begitu segar dengan kelopaknya yang berseri. Sebuah gundukan yang memang disediakan untuk ku dan orang lain yang sedang sepertiku saat ini.

Kucolek tanah merah di atas gundukan itu. Lalu di nisannya, kutorehkan sebuah nama yang begitu kukenang. Kembali kuhirup nafas dengan perlahan, lalu kuhembuskan. Kutarik seulas senyaum di bibirku.sejenak___kumenerawang jauh ke masa silam.

Dan ku mulai bicara….

Hai, apa kabar ? (selalu kalimat ini yang ingin kusampaikan padanya. Kalimat yang kutahu takkan tersampaikan sampai kapanpun)

Aku seneng banget bisa ketemu sama kamu lagi. Ya__meski aku agak sedikit takut. Entahlah___Mungkin kamu akan menertawakanku kalo kamu tau tentang hal ini. Dan dunia pyn sudah pasti akan menertawakanku, bahkan mungkin akan mencelaku.

(sebah perasaan yang sampai saat ini masih terpupuk asri di hati. Setelah sekian lama___bahkan tak saling bertemu lagi. Sangat lama)

Sudah kucoba untuk melupakanmu. Atau setidaknya hanya menganggap kau sebagai kenangan terindah yang tak mungkin terulang. Ini pin tak mamo\pu kulakukan. Ma’afkan aku…. Ku tau ini salah. Tapi aku harus bagaimana lagi? Aku selalu mencoba__sekarang__dan seterusnya__aku akan terus mencoba untuk melupakanmu.

Setiap ku merasa sudah mampu, bayangan tentangmu kembali menghampiriku. Bahkan aku selalu diterbangkan oleh sebuah harapan. Harapan tentang sebuah kesempatan. Kesempatan akan bertemu denganmu kembali. Padahal aku tau, hal itu seperti satu perbanding setrilyun dari kenyataan yang ada. Jarak diantara kita begitu jauh. Belum lagi jarak diantara hati kita, entah dengan apa baru bisa terukur. Aku tau kemungkinan terbesar adalah tidak bisa bertemu denganmu lagi.

Dan semakin kumencoba menghilangkanmu dari benakku, semakin harapan itu menghantuiku. Harapan yang dapat kupastikan__takkan mungkin menjadi nyata.

Aku tak minta apa-apa. Cukup__dapat melupakanmu__adalah hadiah terindah yang selalu kudambakan.

Bukan akrena aku membencimu. Terlebih, karena aku sangat merindukanmu.

Dan__bohong jika kubilang bahwa perasaan yang seperti ini bukanlah suatu beban. Entahlah…. Tapi, kadang__aku sangat merasa nyaman karenanya. Entah mengapa.

Memang__kadangada rasa takut jika memikirkan akan kehilangan perasaan yang seperti ini. Rasa yang sedang merindukanmu. Dan aku harus kembali ke dunia nyata. Jalan yang terbentang di depankulah yang berhak kufikirkan. Meski__kadang harapan itu muncul menjadi kabut wangu yang menghalangi pandangan jalan di depanku. Dan saat kumenengok ke belakang__justru bayangan tentangmu yang dengan bangganya merongrong. Setelah itu aku hanya bisa menunduk, membiarkan diri diombang-ambingkan olehnya.

Dan aku akn terus mencoba menghilangkanmu, hingga tak ada bekas sedikitpun. Dukung aku, ya!

Kuhapus nama di nisan ini. Kuberdiri. Sebelum kutinggalkan tempat ini, sekali lagi kupandangi gundukan tanah merah berumput dan bernisan tanpa nama ini. Lalu aku melangkah dengan takad yang utuh. Aku harus melupakannya!

Semilir angin membawa aroma kenangan dan mawar merah. Dan menjadikannya sebagai aroma wangi yang begitu istimewa.

Aku tak menganggapnya telah meninggal. Aku hanya ingin meyakinkan diriku sendiri bahwa dia bukan seseoarang yang terbaik itu. Dan ingin kuyakinkan diriku untuk tidak merindukn seseorang yang bahkan tak kuketahui apapun tentangnya saat ini. Yakin, bahwa aku bisa melupakannya__menjadi butir-butir semangatku. Dia adalah kenangan terindah yang tak mungkin terulang.

PUISI FATIMAH BINTI MUHAMMAD SAW DI PUSARA RASULULLAH SAW

Nafasku tersekat dalam tangisan
Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan
Sesudahmu tiada lagi kebailan dalam kehidupan
Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan


Kala rinduku memuncak ,
Kujenguk pusaramu dengan tangisan
Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban
Duhai yang tinggal dibawah tumpukan debu, tangisan memelukku
Kenangan padamu melupakan daku dari segala musibat yang lain
Jika engkau menghilang dari mataku ke dalam tanah
Engkau tidak hlang dari hatiku yang pedih


Berkurang sabarku bertambah dukaku
Setelah kehilangan Khatamul Anbiya
Duhai mataku, cucurkan air mata sederas-derasnya
Jangan kau tahan bahkan linangan darah
Ya Rasul Allah, Wahai Kekasih Tuhan
Pelindung anak yatim dan dhu’afa
Setelah menguncur air mata langit
Bebukitan, hutan, & burung & seluruh bumi menangis


Duhai junjunganku,
Untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah
Bukit-bukit &lembah Makkah
Telah menangisimu mihrab
Tempat belajar Al-Qur’an di kala pagi & senja
Telah mengangisimu Islam
Sehingga Islam kini terasing di tengah manusia
Sekiranya kau ihat mimbar yang pernah kau duduki
Akan kau lihat kegelapan setelah cahaya

Jumat, 30 Oktober 2009

PERUBAHAN PERILAKU SEBAGAI DAMPAK PROMOSI KESEHATAN

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Dalam konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia tahun 1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masayarakat secara cukup bermakna, walaupun masih dijumpai berbagai masalah san hambatan yang akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan adanya reformasi di bidang kesehatan untuk mengatasi ketimpangan hasil pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan, derajat kesehatan yang masih tertinggal dibandingkan dengan engara-negara tetangga dan kurangnya kemandirian dalam pembangunan kesehatan.
Health belief Model didasarkan atas 3 faktor esensial ;
1.Kesiapan individu intuk merubah perilaku dalam rangka menghindari suatu penyakit atau memperkecil risiko kesehatan.
2.Adanya dorongan dalam lingkungan individu yang membuatnya merubah perilaku.
3.Perilaku itu sendiri.
Ketiga faktor diatas dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kepribadian dan lingkungan individu, serta pengalaman berhubungan dengan sarana & petugas kesehatan.Kesiapan individu dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti persepsi tentang kerentanan terhadap penyakit, potensi ancaman, motivasi untuk memperkecil kerentanan terhadap penyakit, potensi ancaman, dan adanya kepercayaan bahwa perubahan perilaku akan memberikan keuntungan. Faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku adalah perilaku itu sendiri yang dipengaruhi oleh karakteristik individu, penilaian individu terhadap perubahan yang di tawarkan, interaksi dengan petugas kesehatan yang merekomen-dasikan perubahan perilaku, dan pengalaman mencoba merubah perilaku yang serupa.
B. Perumusan Masalah

1. Apa pengertia perilaku ?
2. Apa pengertian promosi?
3. Apa pengertian kesehatan?
4. Bagaimana perubahan perilaku sebagai dampak promosi kesehatan?

C. Manfaat

Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidp dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN


A. Pengertian

Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika.
Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan baik disadari maupun tidak.
Perilaku merupakan kumpulan berbagai faktor yang saling berinteraksi. Sering tidak disadari bahwa interaksi tersebut amat kompleks sehingga kadang-kadang kita tidak sempat memikirkan penyebab seseorang menerap-kan perilaku tertentu. Karena itu amat penting untuk dapat menelaah alasan dibalik perilaku individu, sebelum ia mampu mengubah perilaku tersebut.
Perilaku seseorang dikelompokkan ke dalam perilaku wajar, perilaku dapat diterima, perilaku aneh, dan perilaku menyimpang. Dalam sosiologi, perilaku dianggap sebagai sesuatu yang tidak ditujukan kepada orang lain dan oleh karenanya merupakan suatu tindakan sosial manusia yang sangat mendasar. Perilaku tidak boleh disalahartikan sebagai perilaku sosial, yang merupakan suatu tindakan dengan tingkat lebih tinggi, karena perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. Penerimaan terhadap perilaku seseorang diukur relatif terhadap norma sosial dan diatur oleh berbagai kontrol sosial. Dalam kedokteran perilaku seseorang dan keluarganya dipelajari untuk mengidentifikasi faktor penyebab, pencetus atau yang memperberat timbulnya masalah kesehatan. Intervensi terhadap perilaku seringkali dilakukan dalam rangka penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif.Perilaku manusia dipelajari dalam ilmu psikologi, sosiologi, ekonomi, antropologi dan kedokteran
Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan atau perubahan perilaku. Bauran promosi adalah gabungan dari beberapa promosi dari satu produk sama agar promosinya dapat maksimal dan hasilnya memuaskan.

Kesehatan, pada organisme hidup, bisa dimengerti sebagai homeostasis - keadaan di mana suatu organisme mengimbangkan badannya, dengan masukan tenaga dan massa dan hasil tenaga dan massa di keseimbangan (dikurangi massa yang ditahan untuk proses pertumbuhan biasa), dan harapan untuk kelangsungan hidup organisme adalah positif
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, World Health Organization) mendefinisikan sehat sebagai suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang sejahtera dan bukan hanya ketiadaan penyakit dan lemah. Meskipun berguna dan tepat, definisi ini dianggap terlalu ideal dan tidak nyata. Kalau menggunakan definisi WHO 70-95% orang di dunia sebagai tidak sehat.
Hubungan promosi kesehatan dengan perubahan perilaku yaitu promosi dapat memperbaiki perilaku kearah positif, yaitu kea rah perilaku yang menimbulkan kesehatan
B. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia

1. Genetika
2. Sikap – adalah suatu ukuran tingkat kesukaan seseorang terhadap perilaku tertentu.
3. Norma sosial – adalah pengaruh tekanan sosial.
4. Kontrol perilaku pribadi – adalah kepercayaan seseorang mengenai sulit tidaknya melakukan suatu perilaku.

C. Tujuan Promosi di antaranya adalah:

1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit
3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

D. Beberapa cara untuk melakukan promosi adalah:

1. Melalui e-mail
2. Melalui sms
3. Melalui pembicaraan
4. Melalui iklan
5. dll


E. Contoh promosi antara lain:

1. Pasang iklan di tv mengenai produk baru perusahaan X
2. Kirim 5 sms, dapat 10 sms gratis ke semua operator
3. Beli kaos kaki seharga Rp. 30.000,00 dapat 2 kaos kaki gratis
4. Diskon 50% bagi produk tertentu di Department Store
5. Beli coklat malam hari dapat segelas teh gratis

F. Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat Dalam Mengubah Perilaku Masyarakat Menuju Hidup Bersih Dan Sehat
Pdpersi, Jakarta – Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Dalam konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia tahun 1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masayarakat secara cukup bermakna, walaupun masih dijumpai berbagai masalah san hambatan yang akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan adanya reformasi di bidang kesehatan untuk mengatasi ketimpangan hasil pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan, derajat kesehatan yang masih tertinggal dibandingkan dengan engara-negara tetangga dan kurangnya kemandirian dalam pembangunan kesehatan.
Reformasi dibidang kesehatan perlu dilakukan mengingat lima fenomena yang berpengauh terhadapa pembangunan kesehatan. Pertama, perubahan pada dinamika kependudukan. Kedua, Temuan-temuan ilmu dan teknologi kedokteran. Ketiga, Tantangan global sebagai akibatdari kebijakan perdagangan bebas, revolusi informasi, telekomunikasi dan transportasi. Keempat, Perubahan lingkungan.Kelima, Demokratisasi.

Perubahan pemahaman konsep akan sehat dan sakit serta semakin maju IPTEK dengan informasi tentang determinan penyebab penyakit telah menggugurkan paradigma pembangunan kesehatan yang lama yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif. Paradigma pembangunan kesehatan yang baru yaitu Paradigma Sehat merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan masyarakat yang bersifat proaktif. Paradigma sehat sebagai model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mandiri dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.
Dalam Indonesia Sehat 2010, lingkungan yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memlihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
Dasar-Dasar Pembangunan Kesehatan
Untuk mencapai taraf kesehatan bagi semua, maka paling sedikit yang harus tercakup dalam pelayanan kesehatan dasar adalah :
1. Pendidikan tentang masalah kesehatan umum, cara pencegahan dan pemberantasannya
2. Peningkatan persediaan pangan dan kecukupan gizi
3. Penyediaan air minum dan sanitasi dasar
4. Pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana
5. Imunisasi
6. Pengobatan dan pengadaan obat
Peran tenaga kesehatan masyarakat dalam pembangunan kesehatan
Tenaga kesehatan masyarakat (Kesmas) merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sangat penting perannya dalam pembangunan kesehatan dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Pembangunan kesehatan dengan paradigma sehat merupakan upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.
Pelayanan promotif, untuk meningkatkan kemandirian dan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan diperlukan program penyuluhan dan pendidikan masyarakat yang berjenjang dan berkesinambungan sehingga dicapai tingkatan kemandirian masyarkat dalam pembangunan kesehatan. Dalam program promotif membutuhkan tenaga-tenaga kesmas yang handal terutama yang mempunyai spesialisasi dalam penyuluhan dan pendidikan.
Pelayanan preventif, untuk menjamin terselenggaranya pelayanan ini diperlukan parar tenaga kesmas yang memahami epidemiologi penyakit, cara-cara dan metode pencegahan serta pengendalian penyakit. Program preventif ini merupakan salah satu lahan bagi tenaga kesmas dalam pembangunan kesehatan. Keterlibatan kesmas dibidang preventif di bidang pengendalian memerlukan penguasaan teknik-teknik lingkungan dan pemberantasan penyakit. Tenaga kesmas juga dapat berperan dibidang kuratif dan rehabilitatif kalau yang bersangkutan mau dan mampu belajar dan meningkatkan kemampuannya dibidang tersebut.
Program promosi perilaku hidup bersih dan sehat yang biasa dikenal PHBS/Promosi Higiene merupakan pendekatan terencana untuk mencegah penyakit menular yang lain melaui pengadopsian perubahan perilaku oleh masyarakat luas. Program ini dimulai dengan apa yang diketahui, diinginkan dan dilakukan masyarakat setempat dan mengembangkan program berdasarkan informasi tersebut (Curtis V dkk, 1997; UNICEF, WHO. Bersih, Sehat dan Sejahtera).
Program promosi PHBS harus dilakukan secara profesional oleh individu dan kelompok yang mempunyai kemampuan dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat serta memahami tentang lingkungan dan mampu melaksanakan komunikasi, edukasi dan menyampaikan informasi secara tepat dan benar yang sekarang disebut dengan promosi kesehatan. Tenaga kesehatan masyarakat diharapkan mampu mengambil bagian dalam promosi PHBS sehingga dapat melakukan perubahan perilaku masyarakat untuk hidup berdasarkan PHBS. Tenaga kesehatan masyarakat telah mempunyai bekal yang cukup untuk dikembangkan dan pada waktunya disumbangkan kepada masyarakat dimana mereka bekerja.
Dalam mewujudkan PHBS secara terencana, tepat berdasarkan situasi daerah maka diperlukan pemahaman dan tahapan sebagai berikut :
Memperkenalkan kepada masyarakat gagasan dan teknik perilaku Program promosi Hygiene Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang merupakan pendekatan terencana untuk mencegah penyakit diare melalui pengadopsian perubahan perilaku oleh masyarakat secara meluas. Program ini dimulai dari apa yang diketahui, diinginkan, dan dilakukan masyarakat. Perencanaan suatu program promosi hygiene untuk masyarakat dilakukan berdasarkan jawaban atau pertanyaan diatas atau bekerjasama dengan pihak yang terlibat, untuk itu diperlukan pesan-pesan sederhana, positif, menarik yang dirancang untuk dikomunikasikan lewat sarana lokal seperti poster, leaflet.
Mengidentifikasikan perubahan perilaku masyarakat, dalam tahap ini akan dilakukan identifikasi perilaku beresiko melalui pengamatan terstruktur. Sehingga dapat ditentukan cara pendekatan baru terhadap perbaikan hygiene sehingga diharapkan anak-anak terhindar dari lingkungan yang terkontaminasi.
G. Contoh Perubahan Perilaku Sebagai Dampak Promosi Kesehatan
1. Perubahan perilaku masyarakat dalam penanganan DBD di Batam
menambahkan peran serta aktif masyarakat untuk menghindari gigitan nyamuk di sepanjang siang hari (pagi sampai sore) karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Hal tersebut dapat dilaksanakan dengan menghindari berada di lokasi-lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Bila memang sangat perlu untuk berada di tempat tersebut kenakan pakaian yang lebih tertutup, celana panjang dan kemeja lengan panjang misalnya. Gunakan cairan/krem anti nyamuk yang banyak dijual di toko-toko, pada bagian badan yang tidak tertutup pakaian, katanya lagi.
Bila ada salah seorang penghuni yang positif atau diduga menderita DBD, segera melakukan penyemprotan seluruh bagian rumah dan halaman dengan obat semprot nyamuk di pagi, siang dan sore hari, sekalipun penderita tersebut sudah dirawat di rumah sakit. Hubungi puskesmas setempat untuk meminta fogging di rumah-rumah di lingkungan setempat.
Pencegahan secara massal di lingkungan setempat dengan bekerja sama dengan RT/RW/Kelurahan dengan Puskesmas setempat dilakukan dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), dan Fogging, atau memutuskan mata rantai pembiakan Aedes aegypti dengan Abatisasi.
2. Perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan HIV-AIDS

Para pengidap HIV-AIDS didampingi dan diarahkan untuk memelihara kesehatan dengan mengonsumsi obat dan vaksin, meninggalkan perilaku yang bisa menghantarkan pada penularan penyakit tersebut kepada orang lain serta memberdayakan kemampuan yang mereka miliki untuk menghilangkan stigma di tengah masyarakat.

juga berupaya memberdayakan orang-orang yang terinfeksi dengan mengembangkan usaha mandiri untuk meningkatkan ekonomi mereka.

untuk anak-anak yatim piatu yang ditinggalkan orang tua karena mengidap HIV-AIDS, YPPM bekerja sama dengan lembaga donor lainnya untuk memberikan beasiswa agar mereka bisa tetap mendapatkan pendidikan yang layak.

3. Perubahan perilaku masyarakat dalam penghematan energi

Peningkatan efisiensi teknologi dicontohkan dengan memanfaatkan perlengkapan hemat energi. Seperti pada penggunaan lampu, saat ini mulai banyak dipasarkan lampu hemat energi.

4. Perubahan perilaku masyarakat dalam penanganan lingkungan bersih dan sehat

Sementara itu Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Budi Widiantoro mengatakan secara periodik pihaknya telah membersihkan sungai dari tumpukan sampah, namun demikian diakuinya jumlah sampah selalu ada setiap harinya. "Ada baiknya bila perilaku masyarakat misalnya cara membuang sampah berubah maka penyelesaian masalah banjir dapat dilakukan secara bersama," tegasnya. (ANTARA/IMA)

Perilaku cuci tangan pakai sabun telah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi angka kematian balita yang disebabkan oleh diare. Namun faktanya, masyarakat belum menyadari pentingnya penerapan praktek cuci tangan pakai sabun dalam kehidupannya sehari-hari.
Terkait dengan hal tersebut Direktorat Penyehatan Lingkungan dengan didukung oleh Tim Teknis Pembangunan Sanitasi, Unilever dan WSP mengadakan Lokakarya Pengembangan Kampanye Komunikasi Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Cuci Tangan Pakai Sabun pada tanggal 4 – 7 November 2008 di Hotel Ardjuna, Bandung. Lokakarya yang dibuka oleh Communication Channel Director PT Unilever ini, diikuti oleh 30 orang pemangku kepentingan CTPS dari berbagai sektor.


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa promosi kesehatan, sebagai sebuah alat, dapat digunakan untuk membuat perubahan, baik perubahan sikap, perilaku maupun kebijakan. Untuk dapat menimbulkan perilaku yang sehat, diperlukan data-data yang valid, yang bisa didapatkan melalui surveilans. sebagai dasar pembentukan komite K3 RS yang tugas pokoknya adalah mengatasi masalah-masalah kesehatan dan keselamatan kerja dimana saja berada. Untuk itu semua diperlukan motivasi yang tinggi dan kesabaran, karena bukan tidak mungkin banyak hambatan yang akan dihadapi, mengingat selama ini promosi kesehatan ini belum men-dapatkan umpan balik yang maksimal dari masyarakat.
B. Saran – saran

1. Perlu Surveilans, yaitu pengamatan secara terus menerus terhadap suatu proses.
2. Diperlukan motivasi yang tinggi dan kesabaran, karena bukan tidak mungkin banyak hambatan yang akan dihadapi, mengingat selama ini promosi kesehatan ini belum men-dapatkan umpan balik yang maksimal dari masyarakat.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA


http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_manusia
http://id.wikipedia.org/wiki/Promosi
http://www.news.id.finroll.com/nasional/kesehatan/162307-perubahan-perilaku-cegah-penularan-hiv-aids.html
http://humasbatam.com/2009/06/30/combi-untuk-perubahan-perilaku-masyarakat-secara-mendasar-dalam-penanganan-dbd/
http://root.wanxp.net/index.php?option=com_content&task=view&id=1230&Itemid=87
http://plazaraya.com/2009/05/07/perubahan-perilaku-rakyat-berhasil-perlambat-aids-di-zimbabwe/
http://202.146.5.33/ver1/Metropolitan/0710/29/124146.htm
http://www.ampl.or.id/detail/detail01.php?row=4&tp=seminar&ktg=&kd_link=2&jns=&kode=268
http://www.nussp.or.id/tulisandetil.asp?mid=425&catid=1&