Kamis, 04 Februari 2010

Sikap dan Perilaku Pada Kehamilan dan Persalinan

A. Pengertian



Sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak (G.W. Alport 1953). Sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan, yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap respon individu pada semua obyek dan situasi yang berkaitan dengannya. Sikap itu dinamis / tidak statis.
Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika. Dalam sebuah buku yang berjudul “Perilaku Manusia” Drs. Leonard F. Polhaupessy, Psi. menguraikan perilaku adalah sebuah gerakan yang dapat diamati dari luar, seperti orang berjalan, naik sepeda, dan mengendarai motor atau mobil. Untuk aktifitas ini mereka harus berbuat sesuatu, misalnya kaki yang satu harus diletakkan pada kaki yang lain. Jelas, ini sebuah bentuk perilaku. Cerita ini dari satu segi. Jika seseoang duduk diam dengan sebuah buku ditangannya, ia dikatakan sedang berperilaku. Ia sedang membaca. Sekalipun pengamatan dari luar sangat minimal, sebenarnya perilaku ada dibalik tirai tubuh, didalam tubuh manusia.


Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktifitas organisme (makhluk hidup)yang bersangkutan. Oleh sebab itu, dari sudut pandang biologis semua makhluk hidup mulai dari tumbuh – tumbuhan, binatang sampai dengan manusia itu berperilaku, karena mereka mempunyai aktifitas masing – masing. Sehingga yang dimaksu perilaku manusia, pada hakikatnya adalah tindakan atau aktifitas manusia darimanusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain: berjalan, berbicara, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca dan sebagainya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku (manusia) adalah semua kegiatan atau aktifitas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati pihak luar (Notoatmodjo 2003 hal 114).


Skiner (1938) seorang ahli psikologi, merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebut merespon, maka teori skiner disebut teori “S – O - R”atau Stimulus – Organisme – Respon.


Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.


Persalinan adalah proses membuka dan mnipisnya serviks, dan janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalahproses dimana janin didorong keluar melalui jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalahproses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42mgg), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun janin.Persalinan / partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup, dari dalam uterus melalui vagina atau jalan lain ke dunia luar.


B. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku manusia

Diatas telah dituliskan bahwa perilaku merupakan bentuk respon dari stimulus (rangsangan dari luar). Hal ini berarti meskipun bentuk stimulusnya sama namun bentuk respon akan berbeda dari setiap orang.
1. Faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap:
a. Kepribadian
b. Inteligensi
c. Minat


2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku manusia

a. Genetika
b. Sikap - adalah suatu ukuran tingkat kesukaan seseorang terhadap perilaku tertentu.
c. Norma sosial - adalah pengaruh tekanan sosial.
d. Kontrol perilaku pribadi - adalah kepercayaan seseorang mengenai sulit tidaknya melakukan suatu perilaku.


3. Faktor – factor yang membedakan respon terhadap stimulus

a. Faktor internal yaitu karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat given atau bawaan misalnya : tingkat kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin, dan sebagainya.
b. Faktor eksternal yaitu lingkungan, baik lingkungan fisik, fisik, ekonomi, politik, dan sebagainya. Faktor lingkungan ini sering menjadi factor yang dominanyang mewarnai perilaku seseorang. (Notoatmodjo, 2007 hal 139)


C. Sikap dan perilaku ibu pada masa kehamilan

Setiap ibu yang mengalami kehamilan pasti ada perubahan perilaku pada si ibu ini semua di perngaruhi oleh perubahan hormonal. Saat memutuskan untuk hamil suami dan istri harus benar-benar siap dengan segala perubahan yang akan terjadi nanti pada si ibu baik perubahan fisik dan perilaku, agar suami maupun istri siap menghadapinya. Jangan sampai perubahan ini membuat pasangan jadi tidak harmonis.

1. Cenderung malas

Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja, melainkan pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya. "Jadi tidak ada salahnya bila suami menggantikan peran istri untuk beberapa waktu. Misalnya dengan
menggantikannya membereskan tempat tidur, membuat kopi sendiri.

2. Lebih sensitif

Biasanya, wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif. Sedikit-sedikit tersinggung lalu marah. apa pun perilaku ibu hamil yang dianggap kurang menyenangngkan, hadapi saja dengan santai. Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini nantinya bakal hilang. Bukan apa-apa, bila suami membalas kembali dengan kemarahan, bisa-bisa istri semakin tertekan sehingga mempengaruhi pertumbuhan janinnya.

3. Minta perhatian lebih

Perilaku lain yang kerap "mengganggu" adalah istri tiba-tiba lebih manja dan selalu ingin diperhatikan. Meskipun baru pulang kerja dan sangat letih, usahakan untuk menanyakan keadaannya saat itu. Perhatian yang diberikan suami, walau sedikit, bisa memicu tumbuhnya rasa aman yang baik untuk pertumbuhan janin. Demikian pula ketika istri merasakan pegal-pegal dan linu pada tubuhnya. Istri sering meminta suami untuk mengusap tubuhnya. Sebaiknya lakukan sambil memberikan perhatian dengan mengatakan bahwa hal ini memang sering dialami wanita yang sedang hamil dan diperlukan kesabaran untuk menghadapinya.

4. mudah cemburu

Tak jarang, sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan. Pulang telat sedikit saja, istri akan menanyakan hal macam-macam. Mungkin, selain perubahan hormonal, istri pun mulai tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya. Ia takut bila suaminya pergi dengan wanita lain. Untuk menenangkannya, suami perlu menjelaskan
dengan bijaksana bahwa keterlambatannya dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting dan bukan karena perselingkuhan. Bila perlu, ceritakan dengan terperinci aktivitas.

5. Hobi shopping

Bersangkutan tidak punya "hobi" ini. Baru setelah hamil lantas gemar berbelanja. Dikhawatirkan "kegemaran baru" ibu hamil ini bisa menimbulkan konflik dengan pasangan, karena ibu dinilai egois dan boros membelanjakan keperluan yang tak jelas.

6. Malas-malasan

Bisa karena pada dasarnya ibu memang pemalas sehingga saat hamil bertambah malas akibat adanya perubahan hormonal. Pada ibu yang bekerja umumnya perasaan malas-malasan ini jarang ditemui. Kalaupun ada karena rasa bosan dan lebih mudah dialihkan pada hal lain.

7. Tidak mau dekat-dekat suami

Ada ibu hamil yang merasa mual bila mencium bau suami. Dengan alasan itu, ia tidak mau tidur seranjang atau kalaupun tidur berbalikan badan. Penyebabnya? Jangan-jangan ada masalah komunikasi dengan pasangan yang terpendam. Di bawah sadar, mungkin lo ada kebiasaan suami yang tidak ibu sukai. Misal, suami suka mengorok kalau tidur, pulang kantor tidak langsung bersih-bersih dan sebagainya. Tanpa disadari ketidaksukaan tersebut tercetus jadi perilaku "aneh" saat ibu hamil

8. Merasa sebal dan tak ingin ketemu mertua

Lihat kembali pada awal hubungan ibu dengan mertua selama ini. Apakah ada ketidakcocokan yang disebabkan mertua terlalu intervensi, terlalu cerewet dan sebagainya. Sikap mertua yang tidak berkenan di hati selama ini bisa tercetus jadi perilaku "aneh" selagi hamil. Memang dapat dipahami karena kondisi kehamilan yang cukup sensitif.

9. Marah-marah pada pasangan

Cenderung dipengaruhi temperamen ibu serta bagaimana kelancaran komunikasi dengan pasangan. Akibatnya sering kali hal sepele jadi menimbulkan konflik berkepanjangan.

10. Merasa cemburu atau curiga
Jika sesekali mungkin wajar. Namun kerap merasa curiga pada pasangan selagi ibu hamil tentu bukan hal yang sehat. Penyebabnya bisa jadi berkaitan dengan masalah kepercayaan diri. Perubahan fisik semasa hamil membuat ibu merasa tidak cantik sehingga khawatir suami berpaling.

11. Jadi suka merokok atau kebiasaan buruk lainnya

Perilaku ini bisa karena keinginan ibu untuk coba-coba atau usaha mengatasi rasa tak enak dan tak nyaman semasa hamil. Jelas ini amat berisiko bagi kehamilan dan juga janin.

12. Rajin bekerja/suka bersih-bersih

Ada ibu yang memang terbiasa bekerja, sehingga semasa hamil pun jadi lebih rajin. Ini merupakan salah satu perilaku "aneh" yang positif. Hanya perlu diingat, saat bekerja perhatikan kondisi ibu.


D. Penyebab perubahan perilaku pada ibu hamil


Perubahan perilaku pada ibu hamil merupakan hal wajar karena produksi hormon progesteronnya sedang tinggi. Hal inilah yang mempengaruhi banyak hal, termasuk psikis ibu. Perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil sebenarnya sama persis dengan perubahan hormon pada wanita yang sedang mengalami siklus haid, perubahan hormon yang terjadi tidak selamanya akan mempengaruhi psikis ibu hamil. Ada juga yang perilakunya tidak berubah. Hal ini, disebabkan kerentanan psikis setiap orang yang berbeda-beda. Nah, daya tahan psikis dipengaruhi oleh kepribadian, pola asuh sewaktu kecil, atau kemauan ibu untuk belajar menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Biasanya ibu yang menerima atau bahkan sangat mengharapkan kehamilan akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Secara fisik dan psikis, mereka lebih siap. Berbeda dari ibu yang tidak siap, umpamanya karena kehamilannya tidak diinginkan, umumnya merasakan hal-hal yang lebih berat. Begitu pula dengan ibu yang sangat memperhatikan estetika tubuh. Dia akan merasa terganggu dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan. Seringkali ibu sangat gusar dengan perutnya yang semakin gendut, pinggul lebih besar, payudara membesar, rambut menjadi kusam, dan sebagainya. Tentu hal ini akan semakin membuat psikis ibu menjadi tidak stabil. Perubahan psikis umumnya lebih terasa di trimester pertama kehamilan. Kala itu pula, ibu masih harus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan hormon yang terjadi. Lalu berangsur hilang di trimester kedua dan ketiga karena ibu sudah bisa menyesuaikan dirinya.


E. Sikap dan perilaku ibu pada masa persalinan

1. nyeri, tegang, mulas-mulas, dan mengedan
2. Tak sabar untuk segera menjenguk buah hati
3. mencoba berbagai posisi selama persalinan dan kelahiran bayi.
4. minum cairan dan makan makanan ringan bila ia menginginkannya.
5. mengikuti praktek-praktek tradisional yang tidak memberi pengaruh yang merugikan.
6. ingin segera memeluk bayinya segera setelah lahir.
7. akan memulai pemberian ASI dalam 1 jam pertama setelah kelahiran bayi.
8. Ingin selalu berdekatan dengan bayinya (rawat gabung).
9. Bahagia karena harapannya untuk memiliki anak terlaksana.
10. Cemas dan takut terhadap bahaya, pengalaman yang tidak menyenangkan dan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi.


F. Sikap dan perilaku bidan pada kehamilan dan persalinan


1. Mengupayakan kehamilan yang sehat
2. Melakukan deteksi dini komplikasi, melakukan penatalaksanaan awal, serta rujukan bila diperlukan
3. Mempersiapkan persalinan yang bersih dan aman
4. Merencanakan antisipatif dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi komplikasi
5. Memantau tumbuh kembang janin
6. Mencegah infeksi secara konsisten dan sistematis.
7. Memberikan asuhan rutin dan pemantauan selama kehamilan, persalinan dan setelah bayi lahir, termasuk penggunaan partograf.
8. Memberikan asuhan sayang ibu secara rutin selama kehamilan, persalinan, pasca persalinan dan nifas.
9. Menyiapkan rujukan ibu hamil dan bersalin atau bayinya.
10. Menghindari tindakan-tindakan berlebihan atau berbahaya.
11. Penatalaksanaan aktif kala III secara rutin.
12. Mengasuh bayi baru lahir.
13. Memberikan asuhan dan pemantauan ibu dan janin atau bayinya.
14. Mengajarkan ibu dan keluarganya untuk mengenali secara dini bahaya yang mungkin terjadi selama masa nifas pada ibu dan bayinya.
15. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan.
16. Berbicara dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi ibu dan riwayat perjalanan penyakit.
17. Mengamati tingkah laku ibu apakah terlihat sehat atau sakit, nyaman atau terganggu (kesakitan).
18. Melakukan pemeriksaan fisik.
19. Melakukan pemeriksaan tambahan lainnya bila perlu, misalnya pemeriksaan laboratorium.
20. Mengantisipasi masalah atau penyulit yang mungkin terjadi setelah diagnosis defenitif dibuat.
21. Memperhatikan kemungkinan sejumlah diagnosa banding atau diagnosa ganda.
22. Memanggil ibu sesuai namanya, menghargai dan memperlakukannya sesuai martabatnya.
23. Menjelaskan asuhan dan perawatan yang akan diberikan pada ibu sebelum memulai asuhan tersebut.
24. Menjelaskan proses kehamilan dan persalinan kepada ibu dan keluarganya.
25. Mengajurkan ibu untuk bertanya dan membicarakan rasa takut atau kuatir.
26. Mendengarkan dan menanggapi pertanyaan dan kekhawatiran ibu.
27. Memberikan dukungan, membesarkan hatinya dan menenteramkan perasaan ibu beserta anggota keluarga yang lain.
28. Menganjurkan ibu untuk ditemani suaminya dan/atau anggota keluarga yang lain selama persalinan dan kelahiran bayinya.
29. Mengajarkan suami dan anggota keluarga mengenai cara memperhatikan dan mendukung ibu selama kehamilan, persalinan dan kelahiran bayinya.
30. Melakukan pencegahan infeksi yang baik secara konsisten.
31. Menghargai privasi ibu.
32. Menganjurkan ibu untuk mencoba berbagai posisi selama persalinan dan kelahiran bayi.
33. Menganjurkan ibu untuk minum cairan dan makan makanan ringan bila ia menginginkannya.
34. Menghargai dan membolehkan praktek-praktek tradisional yang tidak memberi pengaruh yang merugikan.
35. Menghindari tindakan berlebihan dan mungkin membahayakan (episiotomi, pencukuran, dan klisma).
36. Menganjurkan ibu untuk memeluk bayinya segera setelah lahir.
37. Membantu memulai pemberian ASI dalam 1 jam pertama setelah kelahiran bayi.
38. Menyiapkan rencana rujukan (bila perlu).
39. Mempersiapkan persalinan dan kelahiran bayi dengan baik, bahan-bahan, perlengkapan dan obat-obatan yang diperlukan. Siap melakukan resusitasi bayi baru lahir pada setiap kelahiran bayi.


G. Mengurangi dampak negatif terhadap perubahan perilaku


Perubahan perilaku pada ibu hamil, jika kadarnya masih normal, tidak akan mengganggu proses tumbuh kembang janin. Namun, ada batasan yang mesti diwaspadai, yakni saat perilaku ibu sudah "keterlaluan". Kriteria keterlaluan memang terkesan rancu, tapi yang pasti waspadai jika ibu terlihat dilanda kecemasan berlebih atau stres sehingga perilakunya bisa "membahayakan" janin. Misalnya, kemalasan ibu sampai membuatnya masa bodoh dengan kehamilannya. Atau kemarahan yang terjadi sudah sering berubah menjadi amukan. kondisi psikis yang terganggu akan berdampak buruk pada aktivitas fisiologis dalam diri ibu. Umpamanya, suasana hati yang kelam dan emosi yang meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung, tekanan darah, produksi adrenalin, aktivitas kelenjar keringat dan sekresi asam lambung. Di samping itu, dapat pula memunculkan gejala fisik seperti letih, lesu, gelisah, pening, dan mual. Semua dampak ini akhirnya akan merugikan pertumbuhan janin karena si kecil sudah dapat merasakan dan menunjukkan reaksi terhadap stimulasi yang berasal dari luar dirinya. Apalagi masa trimester pertama merupakan masa kritis menyangkut pembentukan organ tubuh janin. Oleh karena itu, walaupun sifat pemalas, pemarah, sensitif, dan manja wajar muncul di masa hamil, Banyak hal yang bisa dilakukan. Jika perubahan ini ditanggapi secara positif, baik ibu maupun janin akan lebih sehat kondisinya. Inilah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya dampak psikis yang negative.


1. Menyimak Informasi Seputar kehamilan

Berbagai informasi mengenai kehamilan bisa didapat dari buku, majalah, koran, tabloid, atau situs kehamilan di internet. Dengan mengetahui akar masalah yang terjadi maka ibu bisa lebih tenang menghadapi kehamilan. Ibu pun jadi tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, jika tidak berusaha mencari tahu terhadap perubahan pada dirinya, tak mustahil akan timbul berbagai perasaan yang mungkin saja sangat mengganggu kondisi psikis.


2. Kontrol Teratur

Kontrol bisa dilakukan pada dokter kandungan atau bidan. Saat konsultasi, ibu bisa menanyakan tentang perubahan psikis yang dialami. Biasanya, bila ibu perlu penanganan
lebih serius, dokter atau bidan akan menganjurkan ibu untuk menemui psikolog atau
psikiater yang dapat membantu kestabilan emosi.


3. Perhatian Suami

Perhatian yang diberikan oleh suami bisa membangun kestabilan emosi ibu. Misalnya, ibu bisa saja meminta suami untuk menemaninya berkonsultasi ke dokter atau bidan agar merasa lebih nyaman karena ada perhatian dari pasangan.


4. Jalin Komunikasi

Jangan pernah menutupi perubahan psikis yang terjadi, tetapi komunikasikanlah hal itu kepada suami. Dengan begitu diharapkan suami bisa berempati dan mampu memberi dukungan psikologis yang dibutuhkan. Dukungan dari lingkungan, terutama suami, sangat berpengaruh terhadap kestabilan emosi ibu hamil. Sebaliknya, perasaan ibu hamil yang dipendam sendiri tidak akan membawa perubahan. Suami tetap tidak acuh dan masalah ibu jadi berkepanjangan.


5. Beraktivitas

Sangat dianjurkan agar ibu mencari aktivitas apa pun yang dapat meredakan gejolak
perubahan psikis. Bisa dengan menjahit, melukis, bermain musik, atau apa pun. Umumnya, ibu yang aktif di luar rumah bisa mengatasi berbagai perubahan psikisnya tersebut dengan lebih baik.


6. Perhatikan Kesehatan

Tubuh yang sehat akan lebih kuat menghadapi berbagai perubahan, termasuk perubahan psikis. Kondisi ini bisa terwujud dengan berolahraga ringan dan memperhatikan asupan gizi. Hindari mengonsumsi makanan yang dapat membahayakan janin, seperti makanan yang mengandung zat-zat aditif, alkohol, rokok, atau obat-obatan yang tidak dianjurkan bagi kehamilan.


7. Relaksasi

Bila ingin mendapatkan perasaan yang lebih relaks, ibu bisa mengatasinya dengan
mendengarkan musik lembut, belajar memusatkan perhatian sambil mengatur napas, senam yoga, dan bentuk relaksasi lainnya.















Kesimpulan

Sikap dan perilaku perilaku pada kehamilan dan persalinan, jika kadarnya masih normal, tidak akan mengganggu proses tumbuh kembang janin, perawatan bayi dan proses penyembuhan pada masa nifas. Namun, ada batasan yang mesti diwaspadai, yakni saat perilaku ibu sudah "keterlaluan". Kriteria keterlaluan memang terkesan rancu, tapi yang pasti waspadai jika ibu terlihat dilanda kecemasan berlebih atau stres sehingga perilakunya bisa "membahayakan" janin. Misalnya, kemalasan ibu sampai membuatnya masa bodoh dengan kehamilannya. Atau kemarahan yang terjadi sudah sering berubah menjadi amukan.Hanya saja seberapa besar pengaruh emosi akibat faktor hormonal tersebut, sebetulnya tergantung kepribadian masing-masing ibu. Asal tahu saja, kepribadian seseorang berkaitan dengan pola asuh yang didapat semasa kecil, kesiapan ibu menerima kehamilan dan persepsinya akan kehamilan.
Lantaran itu, ibu hamil yang memiliki kepribadian matang jarang "berperilaku aneh". Karena selain dapat mengelola emosinya dengan baik dan siap dengan kehamilan yang dijalaninya, latar belakang pola asuh yang ia dapat juga baik. Kalaupun perilakunya "ajaib" (menurut anggapan orang), arahnya cenderung positif. Umpamanya, ia begitu semangat menjalani kehamilan sampai setiap hari selalu berdendang. Sebaliknya, ibu hamil yang kepribadiannya belum matang akan mudah emosi; senang mencari perhatian, mudah stres, gampang marah/tersinggung, mudah sedih atau tertekan.


Saran

1. Menanggapi perubahan sikap dan perilaku pada kehamilan dan persalinasecara positif,
baik ibu maupun janin akan lebih sehat kondisinya.
2. Bidan sebagai tenga kesehatan yang lebih sering berhubungan dengan ibu hamil dan
bersalin senantia melakukan asuhan kebidanan dengan asuhan sayang ibu dan bayi.
3. kerjasama yang baik antara bidan dan klien, yaitu inu hamil dan bersalin



DAFTAR PUSTAKA

http://wapedia.mobi/id/Tingkah_laku
http://anitaroza.multiply.com/video/item/1/Drug_Trafficking.mpg
Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR). Buku Acuan Asuhan
Persalinan Normal. Jakarta : JNPK-KR, Maternal & Neonatal Care, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002
Wiknjosastro, Hanifa. 1999. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo.

Minggu, 31 Januari 2010

6 yang paling di dunia

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. laluImam Al Ghozali mengajukan 6 pertanyaan.

1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?


Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar, tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI”. Sebab itu sudah janji ALLAH SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)


2. Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?


Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan , matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi, yang paling benar adalah “MASA LALU”. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari-hari ini dan hati-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.


3. Apa yang paling besar di dunia ini?


Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang palin besar dari yang ada di dunia ini adalah “NAFSU” (Al A’raf 179). Maka kita hgarus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.


4. Apa yang paling berat di dunia ini?


Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH” (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, malaikat semua tidak mampu ketika ALLAH meminta mereka menjadi kafilah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi, manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan ALLHA SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.


5. Apa yang paling ringan di dunia ini?


Ada yang menjawab debu, kapas, angin, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dnia ini adalah “MENINGGALKAN SHALAT”. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita tinggalkan shalat.

6. Apakah yang paling tajam di dunia ini?


Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang…. Benar kata Imam Ghajali. Tapi myang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA” karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Jumat, 15 Januari 2010

Opera Hati

Aku memandangi sebidang tanah yang senyap. Tampak dari mata, tempat itu begitu tenang. Dengan pohon bunga kenanga di samping stiap gundukan yang ada. Pembaringan yang senantiasa ditemani semilir lembutnya angin. Hatiku gundah, terus atau berbalik…. Rasanya aku tak sanggup. Tapi, aku begitu ingin menemuinya. Walaupun hanya sekedar untuk menyapa. Andai kesempatan itu menghampiriku.

Akhirnya…..terasa ringan kakiku melangkah. Dengan mata berat yang berusaha menahan butir-butir beningnya, aku memberanikan diri mendekatinya.

Aku melangakah, menjajaki rumput-rumput pendek yang terwat. Berkali-kali kucoba menenangkan diri. Perlahan kutarik nafas dalam-dalam, lalu kuhembuskan semantapnya. Aku akan menemuinya, meski hanya begitu semu.

Langkahku terhenti di sebuah gundukan. Gundukan tanah merah yang sudah ditumbuhi rerumputa. Gundukan ini bergitu berbeda dengan gundukan lainnya. Di samping gundukan ini___tumbuh sebatang bunga mawar. Mawar merah yang begitu indah. Tampak masih begitu segar dengan kelopaknya yang berseri. Sebuah gundukan yang memang disediakan untuk ku dan orang lain yang sedang sepertiku saat ini.

Kucolek tanah merah di atas gundukan itu. Lalu di nisannya, kutorehkan sebuah nama yang begitu kukenang. Kembali kuhirup nafas dengan perlahan, lalu kuhembuskan. Kutarik seulas senyaum di bibirku.sejenak___kumenerawang jauh ke masa silam.

Dan ku mulai bicara….

Hai, apa kabar ? (selalu kalimat ini yang ingin kusampaikan padanya. Kalimat yang kutahu takkan tersampaikan sampai kapanpun)

Aku seneng banget bisa ketemu sama kamu lagi. Ya__meski aku agak sedikit takut. Entahlah___Mungkin kamu akan menertawakanku kalo kamu tau tentang hal ini. Dan dunia pyn sudah pasti akan menertawakanku, bahkan mungkin akan mencelaku.

(sebah perasaan yang sampai saat ini masih terpupuk asri di hati. Setelah sekian lama___bahkan tak saling bertemu lagi. Sangat lama)

Sudah kucoba untuk melupakanmu. Atau setidaknya hanya menganggap kau sebagai kenangan terindah yang tak mungkin terulang. Ini pin tak mamo\pu kulakukan. Ma’afkan aku…. Ku tau ini salah. Tapi aku harus bagaimana lagi? Aku selalu mencoba__sekarang__dan seterusnya__aku akan terus mencoba untuk melupakanmu.

Setiap ku merasa sudah mampu, bayangan tentangmu kembali menghampiriku. Bahkan aku selalu diterbangkan oleh sebuah harapan. Harapan tentang sebuah kesempatan. Kesempatan akan bertemu denganmu kembali. Padahal aku tau, hal itu seperti satu perbanding setrilyun dari kenyataan yang ada. Jarak diantara kita begitu jauh. Belum lagi jarak diantara hati kita, entah dengan apa baru bisa terukur. Aku tau kemungkinan terbesar adalah tidak bisa bertemu denganmu lagi.

Dan semakin kumencoba menghilangkanmu dari benakku, semakin harapan itu menghantuiku. Harapan yang dapat kupastikan__takkan mungkin menjadi nyata.

Aku tak minta apa-apa. Cukup__dapat melupakanmu__adalah hadiah terindah yang selalu kudambakan.

Bukan akrena aku membencimu. Terlebih, karena aku sangat merindukanmu.

Dan__bohong jika kubilang bahwa perasaan yang seperti ini bukanlah suatu beban. Entahlah…. Tapi, kadang__aku sangat merasa nyaman karenanya. Entah mengapa.

Memang__kadangada rasa takut jika memikirkan akan kehilangan perasaan yang seperti ini. Rasa yang sedang merindukanmu. Dan aku harus kembali ke dunia nyata. Jalan yang terbentang di depankulah yang berhak kufikirkan. Meski__kadang harapan itu muncul menjadi kabut wangu yang menghalangi pandangan jalan di depanku. Dan saat kumenengok ke belakang__justru bayangan tentangmu yang dengan bangganya merongrong. Setelah itu aku hanya bisa menunduk, membiarkan diri diombang-ambingkan olehnya.

Dan aku akn terus mencoba menghilangkanmu, hingga tak ada bekas sedikitpun. Dukung aku, ya!

Kuhapus nama di nisan ini. Kuberdiri. Sebelum kutinggalkan tempat ini, sekali lagi kupandangi gundukan tanah merah berumput dan bernisan tanpa nama ini. Lalu aku melangkah dengan takad yang utuh. Aku harus melupakannya!

Semilir angin membawa aroma kenangan dan mawar merah. Dan menjadikannya sebagai aroma wangi yang begitu istimewa.

Aku tak menganggapnya telah meninggal. Aku hanya ingin meyakinkan diriku sendiri bahwa dia bukan seseoarang yang terbaik itu. Dan ingin kuyakinkan diriku untuk tidak merindukn seseorang yang bahkan tak kuketahui apapun tentangnya saat ini. Yakin, bahwa aku bisa melupakannya__menjadi butir-butir semangatku. Dia adalah kenangan terindah yang tak mungkin terulang.

PUISI FATIMAH BINTI MUHAMMAD SAW DI PUSARA RASULULLAH SAW

Nafasku tersekat dalam tangisan
Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan
Sesudahmu tiada lagi kebailan dalam kehidupan
Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan


Kala rinduku memuncak ,
Kujenguk pusaramu dengan tangisan
Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban
Duhai yang tinggal dibawah tumpukan debu, tangisan memelukku
Kenangan padamu melupakan daku dari segala musibat yang lain
Jika engkau menghilang dari mataku ke dalam tanah
Engkau tidak hlang dari hatiku yang pedih


Berkurang sabarku bertambah dukaku
Setelah kehilangan Khatamul Anbiya
Duhai mataku, cucurkan air mata sederas-derasnya
Jangan kau tahan bahkan linangan darah
Ya Rasul Allah, Wahai Kekasih Tuhan
Pelindung anak yatim dan dhu’afa
Setelah menguncur air mata langit
Bebukitan, hutan, & burung & seluruh bumi menangis


Duhai junjunganku,
Untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah
Bukit-bukit &lembah Makkah
Telah menangisimu mihrab
Tempat belajar Al-Qur’an di kala pagi & senja
Telah mengangisimu Islam
Sehingga Islam kini terasing di tengah manusia
Sekiranya kau ihat mimbar yang pernah kau duduki
Akan kau lihat kegelapan setelah cahaya